Rabu, 21 September 2016

BUDI ANALISIS SI/SKL/SK-KD

ANALISIS SI/SKL/SK-KD

Nama Sekolah             : SMA PELITA HARAPAN
Mata Pelajaran            : Pendidikan Agama Buddha
Kelas/Semester            : XI / 1
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
THP
-
KD
Indikator
THP
-
IND
Materi Pokok
Ruang Lingkup
Alokasi Waktu
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
6
7
8
1.     Memahami manfaat puja dan kekuatan doa
1.1  Menjelaskan makna dan manfaat puja serta doa

C 2

















Ø  Menjelaskan makna puja
Ø  Menyebutkan sarana puja
Ø  Menjelaskan makna sarana puja
Ø  Menjelaskan manfaat puja
Ø  Menjelaskan perbedaan antara doa menurut agama Buddha dengan doa menurut pandangan umum



C 2
C 1
C 2

C 2
C2




v Makna puja
v Sarana puja
v Makna sarana puja

v Manfaat puja
v Perbedaan doa dalam agama Buddha dengan doa secara umum


ü   







ü   



ü   


ü   

ü   

ü   

ü   


90









ANALISIS SI/SKL/SK-KD

Nama Sekolah             : SMA PELITA HARAPAN
Mata Pelajaran            : Pendidikan Agama Buddha
Kelas/Semester            : XI / 1
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
THP
-
KD
Indikator
THP
-
IND
Materi Pokok
Ruang Lingkup
Alokasi Waktu
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
6
7
8

1.2  Mendeskripsikan sejarah dan petunjuk tentang puja

C3
















Ø Menelusuri sejarah Amisa Puja
Ø Menguraikan sejarah Puja pada jaman Sang Buddha
Ø Membandingkan Perbedaan Puja pada jaman Sang Buddha dengan Puja pada jaman sekarang
Ø Menjelaskan sarana Puja setelah Sang Buddha Parinibbana
Ø Menjelaskan sejarah Puja di Indonesia

C1

C2

C2



C2


C2


v  Sejarah Amisa Puja

v  Sejarah Puja pada jaman Sang Buddha
v  Perbedaan Puja pada jaman Sang Buddha dengan Puja pada jaman sekarang

v  Sarana puja setelah sang Buddha Parinibbana

v  Sejarah puja di Indonesia



ü   







ü   



ü   


ü   

ü   

ü   

ü   












ANALISIS SI/SKL/SK-KD

Nama Sekolah             : SMA PELITA HARAPAN
Mata Pelajaran            : Pendidikan Agama Buddha
Kelas/Semester            : XI / 1
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
THP
-
KD
Indikator
THP
-
IND
Materi Pokok
Ruang Lingkup
Alokasi Waktu
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
6
7
8

1.3  Mengidentifikasi praktik puja terkait dengan budaya
C1
















Ø Membandingkan perbedaan  Puja dengan Budaya
Ø Mengemukakan pengaruh budaya jawa tehadap praktik Puja
Ø Menjelaskan  pengaruh Budaya Cina terhadap Puja
Ø Menjelaskan praktik Puja dengan pengaruh budaya daerah lainnya
Ø Menyimpulkan manfaat praktik puja

C2

C2


C2


C2

C2



v  Perbedaan  puja dengan Budaya

v  Pengaruh budaya Jawa terhadap Praktik puja

v  Pengaruh Budaya Cina terhadap Puja


v  Praktik puja dengan pengaruh Budaya daerah lainya
v  Manfaat praktik puja

ü   







ü   



ü   


ü   

ü   

ü   

ü   












ANALISIS SI/SKL/SK-KD

Nama Sekolah             : SMA PELITA HARAPAN
Mata Pelajaran            : Pendidikan Agama Buddha
Kelas/Semester            : XI / 1
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
THP
-
KD
Indikator
THP
-
IND
Materi Pokok
Ruang Lingkup
Alokasi Waktu
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
6
7
8

1.4  Menjelaskan praktik puja dalam hari-hari raya Agama Buddha
C2
















Ø Menceritakan hari raya Waisak
Ø Menguraikan makna hari raya Waisak
Ø Menjelaskan hari raya Asadha
Ø Menjelaskan hari raya Kathina
Ø Menjabarkan hari raya Magha Puja
Ø Mempraktikan Puja pada hari-hari besar agama Buddha

C1

C2

C2

C2

C2

C3



v Hari raya Waisak

v Makna hari  raya Waisak

v Hari raya Asadha

v Hari raya Kathina

v Hari raya Magha Puja

v Puja pada hari-hari besar agama Buddha

ü   







ü   



ü   


ü   

ü   

ü   

ü   











ANALISIS SI/SKL/SK-KD

Nama Sekolah             : SMA PELITA HARAPAN
Mata Pelajaran            : Pendidikan Agama Buddha
Kelas/Semester            : XI / 1
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
THP
-
KD
Indikator
THP
-
IND
Materi Pokok
Ruang Lingkup
Alokasi Waktu
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
6
7
8
2.      Mengembangkan etika-moral dalam agama buddha
2.1  Mendeskripsikan sila sebagai bagian dari Jalan Mulia Berunsur Delapan
C2
















Ø Menjabarkan pengertian Sila
Ø Menyebutkan Sila yang terdapat dalam Jalan Mulia Berunsur Delapan
Ø Mencontohkan perbuatan benar dalam kehidupan sehari-hari
Ø Menerangkan arti ucapan benar
Ø Menjelaskan arti mata pencaharian benar

C2
C1


C2


C2

C2



v  Pengertian Sila
v  Sila yang terdapat dalam Jalan   Mulia Berunsur Delapan

v   Perbuatan benar dalam kehidupan sehari-hari

v  Arti ucapan benar

v  Mata pencaharian benar

ü   







ü   



ü   


ü   

ü   

ü   

ü   












ANALISIS SI/SKL/SK-KD

Nama Sekolah             : SMA PELITA HARAPAN
Mata Pelajaran            : Pendidikan Agama Buddha
Kelas/Semester            : XI / 1
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
THP
-
KD
Indikator
THP
-
IND
Materi Pokok
Ruang Lingkup
Alokasi Waktu
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
6
7
8

2.2  Merumuskan manfaat sila dan vinaya sebagai sumber nilai dalam agama Buddha

C5
















Ø Membedakan antara Sila dengan Vinaya
Ø Menjabarkan perbedaan Vinaya untuk Bhukkhu/ Bhikkhuni dengan Sila untuk umat awam
Ø Menguraikan pengertian Vinaya
Ø Menjelaskan Vinaya bagi Bhikkhu dan Bhikkhuni
Ø Menjelaskan manfaat melaksanakan Vinaya bagi para Bhikkhu dan Bhikkhuni
Ø Menyimpulkan manfaat Sila bagi umat awam
C2

C2



C2

C2

C2


C4


v   Antara Sila Dan Vinaya

v  Perbedaan Vinaya untuk Bhukkhu/ Bhikkhuni Dengan Sila Untuk Umat Awam

v  Pengertian Vinaya

v  Vinaya bagi Bhikkhu Dan Bhikkhuni

v  Manfaat Melaksanakan Vinaya Bagi Para Bhikkhu dan Bhikkhuni

v  Manfaat Sila Bagi Umat Awam

ü   







ü   



ü   


ü   

ü   

ü   

ü   











ANALISIS SI/SKL/SK-KD

Nama Sekolah             : SMA PELITA HARAPAN
Mata Pelajaran            : Pendidikan Agama Buddha
Kelas/Semester            : XI / 1
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
THP
-
KD
Indikator
THP
-
IND
Materi Pokok
Ruang Lingkup
Alokasi Waktu
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
6
7
8

2.3  Menjelaskan pembagian sila

C2
















Ø Menyebutkan pembagian Sila menurut jenisnya
Ø Menjabarkan pembagian Sila menurut pelaksanaannya
Ø Menguraikan pembagian Sila menurut jumlah latihannya
Ø Mejelaskan sila menurut jenis orang yang melaksanakanya
Ø Melatih Lima Sila dalam kehidupan sehari-hari

C1

C2

C2

C2

C3




v  Pembagian Sila menurut jenisnya

v  Pembagian Sila menurut pelaksanaannya
v  Pembagian Sila menurut jumlah latihannya
v  Sila menurut jenis orang yang melaksanakanya
v  Lima Sila dalam kehidupan sehari-hari



ü   







ü   



ü   


ü   

ü   

ü   

ü   












ANALISIS SI/SKL/SK-KD

Nama Sekolah             : SMA PELITA HARAPAN
Mata Pelajaran            : Pendidikan Agama Buddha
Kelas/Semester            : XI / 1
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
THP
-
KD
Indikator
THP
-
IND
Materi Pokok
Ruang Lingkup
Alokasi Waktu
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
6
7
8

2.4  Menjelaskan prinsip-prinsip normatif serta kriteria baik dan buruk

C2
















Ø Menjabarkan pengertian Hiri
Ø Menguraikan pengertian Ottappa
Ø Menerangkan alasan bahwa Hiri dan Ottappa merupakan Dhamma pelindung dunia (Loka pala Dhamma)
Ø Menjelaskan Hiri dan Ottappa sebagai faktor pendukung terlaksananya Sila dengan baik
Ø Menjelaskan Manfaat melaksanakan Hiri dan Ottappa

C2
C2

C2



C2



C2



v  Pengertian Hiri
v  Pengertian Ottappa

v  Alasan bahwa Hiri dan Ottappa merupakan Dhamma pelindung dunia (Loka pala Dhamma)

v  Hiri dan Ottappa sebagai faktor pendukung terlaksananya Sila dengan baik

v  Manfaat  melaksanakan Hiri dan Ottappa

ü   







ü   



ü   


ü   

ü   

ü   

ü   










ANALISIS SI/SKL/SK-KD

Nama Sekolah             : SMA PELITA HARAPAN
Mata Pelajaran            : Pendidikan Agama Buddha
Kelas/Semester            : XI / 2
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
THP
-
KD
Indikator
THP
-
IND
Materi Pokok
Ruang Lingkup
Alokasi Waktu
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
6
7
8
3.      Memahami hukum dharma
3.1  Mendeskripsikan hukum kebenaran sebagai hukum alam

C3
















Ø Menyebutkan macam-macam hukum kebenaran
Ø  Menguraikan pengertian hukum kebenaran
Ø Menjelaskan ruang lingkup berlakunya hukum kebenaran
Ø Membandingkan perbedaan hukum kebenaran dengan hukum yang dibuat manusia
Ø Menyimpulkan Manfaat belajar hukum kebenaran

C1

C2

C2

C2


C2




v  Macam-macam hukum Kebenaran

v  Pengertian hukum Kebenaran

v  Ruang lingkup berlakunya hukum Kebenaran
v  Perbedaan hukum kebenaran dengan hukum yang dibuat manusia

v  Manfaat belajar hukum kebenaran


ü   







ü   



ü   


ü   

ü   

ü   

ü   












ANALISIS SI/SKL/SK-KD

Nama Sekolah             : SMA PELITA HARAPAN
Mata Pelajaran            : Pendidikan Agama Buddha
Kelas/Semester            : XI / 2
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
THP
-
KD
Indikator
THP
-
IND
Materi Pokok
Ruang Lingkup
Alokasi Waktu
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
6
7
8

3.2  Menguraikan hukum kebenaran universal

C2
















Ø Menyebutkan isi atau bagian dari Hukum-hukum Kesunyataan
Ø Menerangkan  Hukum Cattari Arya Saccani
Ø Menjabarkan Hukum Kamma dan Punarbhava
Ø Menjelaskan konsep Hukum Tilakkhana
Ø Menjelaskan isi Hukum Paticcasamuppada

C1


C2

C2

C2

C2



v  Isi atau bagian dari Hukum-hukum


v   Hukum Cattari Arya Saccani

v   Hukum Kamma dan Punarbhava

v  Konsep Hukum Tilakkhana

v  Isi  Hukum Paticcasamuppada

ü   







ü   



ü   


ü   

ü   

ü   

ü   












ANALISIS SI/SKL/SK-KD

Nama Sekolah             : SMA PELITA HARAPAN
Mata Pelajaran            : Pendidikan Agama Buddha
Kelas/Semester            : XI / 2
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
THP
-
KD
Indikator
THP
-
IND
Materi Pokok
Ruang Lingkup
Alokasi Waktu
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
6
7
8

3.3  Mengenali proses kerja hukum kebenaran

C1
















Ø Mempelajari hukum Kebenaran
Ø Menyebutkan macam-macam hukum kebenaran
Ø Menguraikan pengertian Utu Niyama
Ø Menerangkan Bija Niyama
Ø Menjelaskan Kamma Niyama
Ø Menjelaskan Citta Niyama
Ø Menjelaskan Dhamma Niyama

C1

C1

C2

C2
C2
C2
C2


v  Hukum Kebenaran

v  Macam-macam hukum kebenaran

v  pengertian Utu Niyama

v  Bija Niyama
v  Kamma Niyama
v  Citta Niyama
v  Dhamma Niyama


ü   







ü   



ü   


ü   

ü   

ü   

ü   












ANALISIS SI/SKL/SK-KD

Nama Sekolah             : SMA PELITA HARAPAN
Mata Pelajaran            : Pendidikan Agama Buddha
Kelas/Semester            : XI / 2
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
THP
-
KD
Indikator
THP
-
IND
Materi Pokok
Ruang Lingkup
Alokasi Waktu
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
6
7
8
4.      Mengkontruksi sikap umat Buddha terhadap lingkungan
4.1  Menjelaskan wawasan ekosistem dan kesalingtergantungan
C2
















Ø Menjabarkan definisi ekosistem
Ø Menyebutkan unsur-unsur yang terdapat dalam Ekosistem
Ø Menguraikan pengertian benda hidup dan benda mati
Ø Menjelaskan bahwa manusia saling berketergantungan di dalam suatu ekosistem
Ø Menjelaskan pandangan agama Buddha terhadap ekosistem

C2

C1


C2


C2

C2



v Definisi ekosistem

v Unsur-unsur yang terdapat dalam ekosistem

v Pengertian benda hidup dan benda mati

v Bahwa manusia saling berketergantungan di dalam suatu ekosistem
v Pandangan agama buddha terhadap ekosistem


ü   






ü   



ü   


ü   

ü   

ü   

ü   












ANALISIS SI/SKL/SK-KD

Nama Sekolah             : SMA PELITA HARAPAN
Mata Pelajaran            : Pendidikan Agama Buddha
Kelas/Semester            : XI / 2
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
THP
-
KD
Indikator
THP
-
IND
Materi Pokok
Ruang Lingkup
Alokasi Waktu
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
6
7
8

4.2  Menjelaskan tanggung jawab manusia terhadap sesama,keluarga dan masyarakat
C2
















Ø Menjabarkan isi yang terkandung di dalam Sigalovada  Sutta
Ø Mencontohkan kewajiban anak kepada orang tua
Ø Menjelaskan kewajiban orang tua kepada anak
Ø Menjelaskan kewajiban murid kepada guru
Ø Menjelaskan kewajiban guru kepada murid
Ø Menjelaskan kewajiban anggota masyarakat terhadap masyarakat lainnya
C2


C2

C2

C2

C2

C2


v  Isi yang terkandung di dalam Sigalovada  Sutta

v  Kewajiban anak kepada orang tua

v  Kewajiban orang tua kepada anak

v  Kewajiban murid kepada guru

v  Kewajiban guru kepada murid

v  Kewajiban anggota masyarakat terhadap masyarakat lainnya


ü   







ü   



ü   


ü   

ü   

ü   

ü   










ANALISIS SI/SKL/SK-KD

Nama Sekolah             : SMA PELITA HARAPAN
Mata Pelajaran            : Pendidikan Agama Buddha
Kelas/Semester            : XI / 2
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
THP
-
KD
Indikator
THP
-
IND
Materi Pokok
Ruang Lingkup
Alokasi Waktu
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
6
7
8

4.3  Mendeskripsikan kesetiakawanan sosial dalam agama Buddha

C3
















Ø Menjelaskan pengertian kesetiakawanan sosial
Ø Menunjukkan kesetiakawanan sosial menurut  agama Buddha
Ø Menunjukkan wujud nyata sebagai praktik dari kesetiakawanan sosial
Ø Mencontokan sikap kesetiakawanan dalam masyarakat
Ø Mempraktekan rasa kesetiakawanan sosial dalam kehidupan sehari-hari

C2

C1


C1


C2


C3



v Pengertian Kesetiakawanan Sosial

v Kesetiakawanan menurut agama Buddha

v Wujud nyata sebagai praktik dari kesetiakawanan sosial

v Sikap kesetiakawanan dalam masyarakat

v Rasa kesetiakawanan sosial dalam kehidupan sehari-hari

ü   







ü   



ü   


ü   

ü   

ü   

ü   










ANALISIS SI/SKL/SK-KD

Nama Sekolah             : SMA PELITA HARAPAN
Mata Pelajaran            : Pendidikan Agama Buddha
Kelas/Semester            : XI / 2
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
THP
-
KD
Indikator
THP
-
IND
Materi Pokok
Ruang Lingkup
Alokasi Waktu
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
6
7
8

4.4  Mejelaskan tanggung jawab manusia terhadap dunia

C2














Ø Menguraikan pengertian tanggung jawab
Ø Menerangkan contoh tanggung jawab dalam masyarakat
Ø Menjelaskan pengertian tanggung jawab kepada diri sendiri dan orang lain
Ø Menjelaskan hubungan timbal balik antara  tanggung jawab diri sendiri dengan tanggung jawab terhadap orang lain.
Ø Menjelaskan akibat dari tidak melaksanakan tanggung jawab

C2

C2


C2


C2


C2

v  Pengertian tanggung jawab

v  Contoh tanggung jawab dalam masyarakat

v  Pengertian tanggung jawab kepada diri sendiri dan orang lain

v  Hubungan timbal balik antara  tanggung jawab diri sendiri dengan tanggung jawab terhadap orang lain
v  Akibat dari tidak melaksanakan tanggung jawab


ü   







ü   



ü   


ü   

ü   

ü   

ü   














RUANG LINGKUP:
1.       Melalui pengajaran yang didasarkan pada Kurikulum Pendidikan Agama Buddha, anak didik tingkat Sekolah Menengah Atas diharapkan menyelami proses transformasi informasi nilai-nilai kehidupan berdasarkan Buddha Dharma sesuai dengan tingkat kemampuan yang dipelajari pada tiap jenjangnya.
2.       Fokus Kurikulum Pendidikan Agama Buddha adalah menyoroti kehidupan manusia sebagai pusat kehidupannya dan Triratna (Buddha, Dhamma, Sangha) sebagai teladan dan pelindung serta menjadikan tripitaka sebagai sumber ajaran Buddha.
3.       Berdasarkan hasi yang akan dicapai pada tingkat Sekolah Menengah Atas diharapkan dapat membimbing siswa untuk memahami nilai-nilai keagamaan sesuai Buddha Dharma dan sekaligus dapat mengeksperikan Dharma dalam perilaku kehidupan sehari-hari sehingga siswa dapat belajar memahami, menganalisis dan mempraktikkannya.
4.       Pada jenjang Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Atasdiperkenalkan komponen-kompponen : (1) sejarah, (2) Keyakinan (Saddha), (3) Perilaku/moral (Sila), (4) Kitab Suci Agama Buddha (Tripitaka), (5)Meditasi (Samadhi), (6) Kebijaksanaan (Panna). Keenam aspek tersebut dalam penjabarannya disesuaikan dengan kemampuan dasar yang diharapkan pada masa jenjang pendidikan.

5.       Seluruh rangkaian kurikulum pendidikan Agama Buddha dari tingkat Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Atas adalah pendidikan agama Buddha yang menjadikan pedoman bagi peserta didik.

Puisi Peka

PEKA

Sepatah kata yang tidak bisa diungkapkan….
Hanya bisa dirasakan…
Tak perlu tau tentang apa….                                                                                                           
Tak perlu mengerti tentang rasa ini…
Kau hanya perlu peka…
Tak perlu yang sempurna, yang ada yang akan jadi sempurna…

untuk melengkapi hubungan ini….

Selasa, 20 September 2016

Logo STIAB Jinarakkhita Bandar Lampung

SEKOLAH TINGGI ILMU AGAMA BUDDHA (STIAB) JINARAKKHITA

BANDAR LAMPUNG
HASTA ARYA MAGGA
( Jalan Mulia Berunsur Delapan )



Dalam agama Buddha dikenal ajaran yang begitu luhur yaitu Jalan Mulia Berunsur Delapan (Hasta Arya Magga). Jalan Mulia Berunsur Delapan ini juga sering disebut dengan Jalan Tengah (Majhimapada) .Disebut jalan Tengah karena jalan ini menghindari dua cara hidup yang salah dan berlebihan (ekstrim) yaitu:
1.      Menyiksa diri
Menyiksa diri disni seperti yang dilakukan oleh petapa gotama ketika ia bersama dengan lima petapa lainya (Bhaddiya,Vappa, Mahanama, Assaji, Dan Kondanna). Petapa Gotama menyiksa diri selama 6 tahun di hutan uruvela. Petapaan yang dilakukan oleh petapa gotama disini begitu keras (ekstrim). Berbagai cara penyiksaan diri dilakukan. Mereka melatih diri dengan menjemur diri di terik matahari, berendam di dalam sungai pada malam hari untuk waktu yang lama. Karena masih saja belum berhasil petapa gotama melakukan latihan yang lebih berat lagi.ia merapatkan giginya dan menekat dengan kuat langit-langit mulutnya sehingga keringat mengucur keluar dari ketiak-ketiaknya. Setelah melakukan usaha beberapa lama dan melihat bahwa usaha ini tidak membawanya pada penerangan sempurna ia berhenti dan mencoba cara lain.Selanjutnya ia berpuasa dan tidak makan apa-apa sampai berhari-hari dan mengurangi sedikit demi sedikit sampai makan hanya satu butir  nasi setiap hari. Tentu saja latihan seperti ini membuat kesehatannya memburuk dan badanya kurus kering, kalau perutnya di tekan maka tulang punggungnya dapat di pegang (Pandita.S. Widyadharma :1979). Dengan mendengar rombongan penyanyi ronggeng ahirnya petapa Gotama menyadari bahwa cara petapaannya terlalu keras dan berlebihan, maka ia memutuskan untuk mulai makan dan minum setelah itu ia mulai bertapa dengan cara mengamati keluar masuknya nafas (Anapanasati).Dengan tekun ahirnya petapa Gotama dapat memperoleh penerangan sempurna dan menjadi Buddha. Disini jelas apabila seseorang ingin memperoleh sesuatu hendaknya jangan menggunakan cara yang terlalu keras dan belebihan. Karena dengan cara  yang terlalu keras justru akan merusak jasmani sehingga sulit untuk mendapat sesuatu yang diinginkan. Seperti yang dilakukan Petapa Gotama, ketika ia memakai cara yang terlalu keras,tidak berhasil maka ia mencari cara lain yaitu menggunakan Jalan Tengah.
2.      Kesenangan duniawi yang berlebihan
Kesenangan duniawi berkaitan dengan pemuasan nafsu indra. Sang Buddha tidak menekankan cara seperti ini. Karena dengan cara seperti ini hanya akan membawa penderitaan. Segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah tidak kekal, jadi janganlah terlena pada kesengan duniawi dan melekat. Sebaiknya menghindari cara ini dan memilih jalan Tengah, hidup seadaanya dan penuh dengan kesadaran.
Jalan Tengah adalah cara hidup yang benar karena menghindari dua cara yang salah. Dengan berpedoman pada Jalan Tengah maka seseorang akan mendapatkan kebahagian.

Jalan Mulia Berfaktor Delapan adalah kebenaran terpenting yang di ajarkan oleh Buddha. sebagai dokter spritual yang handal, Buddha telah mengidentifikasi suatu penyakit yang menimpa semua bentuk kehidupan, dan penyakit itu adalah Dukkha atau ketidak puasan. ia kemudian mendiagnosis ketidakpuasan yaitu ketamakan dan nafsu.Ia menemukan bahwa ada suatu obat untuk penyakit itu, Nibbana, keadaan dimana ketidakpuasan berahir, dan resepnya adalah jalan mulia berfaktor delapan (Keyakinan Umat Buddha, 2012:125). Jalan Mulia Berfaktor Delapan atau Jalan Tengah dapat di bagi menjadi tiga kelompok yaitu, Sila (Kemoralan), Samadhi (Konsentrasi) dan Panna ( kebijaksanaan).

SILA
1.      Ucapan Benar
2.      Perbuatan Benar
3.      Mata Pencaharian Benar
SAMADHI
4.      Daya Upaya Benar
5.      Perhatian Benar
6.      Konsentrasi Benar
PANNA
7.      Pengertian Benar
8.      Pikiran Benar

1.    Ucapan Benar
Ucapan haruslah murni dan bajik. Kemurnian di capai dengan menghilangkan ketidakmurnian. Jadi kita harus memahami apa yang membuat ucapan tidak murni. yang tidak murni itu mencangkup :berbohong, yaitu berbicara lebih dari kebenaran atau kurang dari kebenaran; menyebarkan cerita-cerita yang membuat persahabatan retak;memfitnah dan menghasut;berbicara kasar yang mengganggu orang lain dan tidak membawa manfaat; serta menggosip/merumpi, mengobrol yang tidak ada maknanya, yang menyia-nyiakan waktu diri sendiri dan orang lain.( Hart,William,1986: 81-82)
2.    Perbuatan Benar
Perbuatan benar adalah perbuatan yang tidak merugikan diri sendiri dan juga orang lain. Artinya adalah segala perbuatan Benar secara moral, yang dilakukan baik melalui pikiran ,ucapan maupun badan jasmani. Perbuatan secara moral disini berarti berbuat dengan berpegang pada 5 sila, yaitu berusaha untuk tidak membunuh, mencuri,berbuat asusila,berucap yang tidak benar, dan minum-minuman keras yang dapat melemahkan kesadaran serta menimbulkan ketagihan.

‘Semua orang gemetar dengan hukuman; semua orang takut dengan kematian. setelah membandingkan orang lain dengan dirinya sendiri, maka hendaknya seorang tidak membunuh atau mengakibatkan pembunuhan’. ( Dhammapada :129-130).
3.      Mata Pencaharian Benar
Mata pencaharian benar berarti suatu pekerjaan yang tidak merugikan makluk lain dan dilakukan dengan cara-cara yang benar.
Lima pekerjaan tidak benar yang seharusnya tidak dilakukan oleh umat awam adalah, Menjual minuman keras,menjual senjata, menjual racun, menjual wanita dan menjual makluk hidup untuk disembelih.
4.      Daya Upaya Benar
Daya upaya Benar (samma Vayama) dapat pula diartikan sebagai usaha benar.Usaha disini adalah usaha untuk meninggalkan pikiran buruk yang diliputi dengan kebencian (dosa) yang dapat merugikan ucapan dan perbuatan. Dan sebaliknya hyarus berupaya keras untuk memunculkan dan mengembangkan pikiran-pikiran positif yang dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
5.      Perhatian Benar
Perhatian benar dapat berarti selalu fokus dengan apa yang kita lakukkan.ketika seseorang melakukan meditasi itu juga di perlukan perhatian misal dalam meditasi itu mengambil objek anapanasati, maka bentuk perhatian yang benar adalah dengan mengamati keluar masuknya nafas dengan benar dan penuh konsentrasi. Dengan perhatian ini maka seseorang akan menjadi terkonsentrasi dan menjadi waspada.
6.      Konsentrasi Benar
  Konsentrasi sangat dibutuhkan dan mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita selalu konsentrasi dan terfokus dengan aktifitas yang sedang dilakukuan maka hasilnya pun akan baik dan maksimal. Begitu pun dengan melaksanakan meditasi diperlukan sebuah konsentrasi terhadap objek yang di ambil.ketika pikiran kita benar-benar terfokus dan konsentrasi dengan objek tersebut maka meditasi itu bisa di katakan berhasil dan dapat memperoleh tinigkatan Jhana.
7.      Pengertian Benar
Pengertian benarlah yang merupakan kebijaksaan sejati. Hanya memikirkan tentang kebenaran saja tidaklah cukup.tetapi harus menyadari kebenaran itu sendiri danmelihat hahal seperti adanya, apa sebenarnya bukan hanya seperti yang tampak. Kebenaran yang tampak merupakan sebuah realitas, tetapi realitas ini harus ditembus untuk mengalami realitas tertinggi akan diri sendiri, dan untuk menghilangkan penderitaan.

8.      Pikiran Benar
Pemikiran benar sebenarnya mempunyai tujuan dua tujuan yaitu, menghilangkan pemikiran jahat dan mengembangkan pikiran baik. Pikiran benar adalah pikiran yang terbebas dari pikiran keserakahan (lobha) kebencian (Dosa) dan kebodohan (Moha). Jika dalam pemikiran benar maka ucapan dan tindakan seseorang pun akan benar. Karena segala sesuatu di dahului oleh pikiran.
‘Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, segala sesuatu di bentuk oleh pikiran. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran jahat maka penderitaan akan mengikuti dirinya, bagai roda pedati mengikuti langkah kaki lembu yang menariknya’.(Dhammapada:1-2).
    Mereka yang yang memiliki pandangan salah berkumpul dan bersatu dengan mereka yang meiliki pandangan salah; mereka yang memiliki niat salah..ucapan salah tindakan salah penghidupan salah usaha salah kewaspadaan salah konsenrtasi salah berkumpul dan bersatu dengan mereka yang memiliki konsentrasi salah. “ Mereka yang memiliki pandangan benar berkumpul dan bersatu dengan mereka yang memilki pandangan benar; mereka yang memilki niat benar,ucapan benar, tindakan benar, penghidupan benar,usaha benar,kewaspasdaan benar .konsentrasi benar berkumpul  dan bersatu dengan mereka yang memiliki konsentrasi benar’.( Samyuta Nikaya :1258-1259).

DAFTAR PUSTAKA

Sri Dhammananda, 2012. Keyakinan Umat Buddha, Ehipassiko Foundation
Pandita.S.Wiyadharma, 1979 Riwayat Hidup Buddha Gautama Jakarta Yayasan Dana Pendidikan Buddhis Nalanda.
Hart,William,1986 Seni Hidup Meditasi Vipassana. Bombay : Vipasana Research Institute
Kitab suci Dhammapada
Bhikkhu BodhiSamyuta 2009 Nikaya 4 :,Samyuta Nikaya 4, Klaten : Wisma Sambodhi     


Kamis, 12 Mei 2016

Kata Bijak Hari Ulang Tahun

Langkah kaki tak pernah berhenti, seiring bergantinya hari. Waktu terus berlalu, Tak terasa Bertambah sudah usiaku, bertambah pula tanggung jawabku di dunia ini. Semoga lebih dewasa dan bijak dalam melangkah mengambil segala tindakan, diberikan kesehatan serta kemudahan. Menjadi lebih baik lagi tentunya.
Terima kasih buat teman, Saudara maupun krabat atas ucapan dan doanya semoga kalian semua senantiasa berbahagia.......

-you guys are the best people-

Anti Kekerasan dalam Perspektif Agama Buddha: Menumbuhkan Kedamaian dalam Kehidupan

Kekerasan merupakan salah satu persoalan yang dapat merusak kehidupan manusia. Kekerasan tidak selalu berbentuk tindakan fisik, tetapi juga ...